Kamis, 02 Februari 2012

Kekuatan Itu ada di Pagi Hari

Entahlah. Biarlah hati kita masing-masing yang bicara ketika membaca wasiat langsung pelaku bom syahid termuda di Palestina, Muhammad Fathy Farahat. Umurnya baru beranjak 17 tahun. "Saudaraku umat Islam," tulisnya. Lalu tambahnya, "Ketahuilah, sesungguhnya shalat subuh adalah rahim yang melahirkan para pejuang dan pahlawan. Ia adalah tempat peraduan orang-orang Ikhlas. Melaksanakan shalat subuh berjama'ah adalah ciri-ciri para Mujahidin, indikasi kemenangan, dan sifat orang-orang shaleh. Sungguh amat banyak kebaikan yang tak ternilai di waktu itu.

Wasiat itu di tulis Farahat pada hari Jum'at, 1 Maret 2002, satu hari sebelum ia melakukan serangan yang mengantarkannya pada kematian yang ia dambakan. Shalat subuh berjama'ah. Demikian penting dan hebatkah pengaruhnya? Begitu muliakah waktu itu sehingga ia menjadi salah satu di antara rahasia para pejuang Palestina yang tak pernah takut meriam tank Israel? Yang tak pernah gentar dengan serangan rudal. Bahkan tak gemetar melakukan aksi serangan meraih syahid dengan bom. Subhanallah...

Bagaimana dengan keadaan kita, sahabatku?
Bayangkanlah bagaimana kalau kita adalah seorang murid sekolah. Kita, adalah satu-satunya murid di kelas yang paling sering datang terlambat. Kita selalu datang setelah bunyi bel masuk dan teman-teman sudah siap di tempat duduknya masing-masing. Siap menerima pelajaran. Bapak atau Ibu guru sudah di depan kelas, siap untuk mulai menerangkan pelajaran. Bagaimana pandangan teman-teman sekelas kepada kita? Bagaimana pandangan Ibu atau Bapak guru kepada kita? Apa yang berkecamuk dalam hati kita pada waktu itu?

Atau, taruhlah kita seorang karyawan di sebuah kantor. Kita, satu-satunya karyawan yang hampir selalu terlambat masuk kantor. Kita hampir selalu gagal untuk hadir sebelum jam kerja yang ditetapkan di kantor. Kita datang, di saat roda kehidupan kantor sudah mulai berjalan. Kita pun, beberapa kali di tegur oleh atasan yang bertanya kenapa selalu terlambat. Bagaimana suasana hati kita berada di tengah keadaan seperti itu? Menyesal? Malu? Bingung? Bayangkan lagi, apa hukuman yang akan kita terima jika kita terus menerus melakukan kesalahan seperti serupa.

Sahabatku...
Bandingkan ilustrasi di atas dengan keadaan kita yang lain. Jika kita berada di antara orang-orang yang disiplin melakukan shalat subuh berjama'ah. Sementara kita selalu tertinggal untuk melakukan shalat subuh berjama'ah di masjid. Mungkin kita sudah berusaha, menyediakan jam dering yang akan membangunkan kita untuk segera bersiap ke masjid. Tapi, tak sedikit yang hanya mematikan dering alarm yang tugasnya mengingatkan kita itu, kemudian kita tidur kembali. Kita lalu menyesal, tapi mengulanginya kembali di esok hari.

Waktu pagi adalah nikmat Allah yang sangat mahal. Merdunya kokok ayam yang saling bersahutan. Indahnya alunan adzan. Sendunya bacaan Al-Qur'an yang berkumandang. Itu adalah momentum segala kebaikan sekaligus anugerah Allah yang sangat sulit terbandingkan nilainya, dengan apapun. Dengarlah sabda Rasulullah SAW, "Barangsiapa yang melakukan shalat berjama'ah, waktu isya, maka ia seolah melakukan shalat separuh malam. Barangsiapa yang melakukan shalat subuh berjama'ah, maka ia seperti shalat satu malam penuh." (HR. Muslim).

Sahabatku...
Rasulullah SAW memberikan keterangan yang sangat singkat. Tetapi sungguh sangat padat dengan motivasi. Lihat bagaimana Rasulullah SAW mengetuk hati kita untuk memelihara shalat subuh di awal waktu. "Barangsiapa yang shalat subuh, maka ia berada dalam lindungan Allah." (HR. Muslim).

Siapa yang tak ingin dilindungi Allah? Di tengah roda hidup yang penuh fitnah. Disela deru cobaan yang datang bergantian. Hidup yang sangat membutuhkan kesabaran dan sandaran pada Allah Yang Mahakuasa. Perlindungan Allah adalah perlindungan yang tak dapat ditembus atau disentuh oleh siapapun. Perlindungan yang hanya diberikan kepada orang-orang Mukmin yang benar-benar tunduk dan menyandarkan diri padaNya.

Shalat subuh berjama'ahlah yang akan memberi ketenangan bathin dalam menjalani kehidupan di siang hari. Shalat subuhlah yang akan memberikan keyakinan dan kekokohan hati. Agar kita tetap merasakan pantauan Allah dalam melakukan aktivitas sepanjang hari. Itulah perlindungan Allah.

Sahabatku...
Apa yang ada di benak kita ketika melihat sabda Rasulullah SAW, "Beritakanlah kabar gembira bagi orang-orang yang berjalan ke masjid di waktu gelap (di pagi hari), dengan cahaya yang sempurna di hari kiamat." (HR. Ibnu Majah).

Perhatikanlah kalimat kunci yang ada dalam sabda Rasulullah itu. Kegelapan yang diiringi cahaya. Kegelapan pagi hari di waktu subuh, diiringi dengan cahaya yang sempurna di hari kiamat. Bagaimana benderangnya dan bersinarnya cahaya yang ada di antara gelap? Semakin pekat kegelapan, maka cahaya akan semakin berarti.

Kita berada pada janji Allah di setiap waktu shalat fajar dan shalat ashar. Pada kedua kesempatan itulah, diajukan laporan harian yang ditulis oleh malaikat kepada Allah. "Malaikat malam dan siang datang dan pergi kepada kalian pada waktu malam. Mereka berkumpul di waktu shalat subuh dan ashar, kemudian malaikat yang ada bersama kalian naik ke langit. Allah bertanya kepada mereka (dan Allah Mahatahu), "Bagaimana kalian tinggalkan hamba-hambaKu?" Mereka menjawab, "Kami tinggalkan mereka sedang melakukan shalat. Dan kami datangi mereka sedang melakukan Shalat." (HR. Bukhari & Muslim).

Sahabatku...
Yakinlah, bahwa waktu subuhlah yang akan menjadikan kita memiliki pribadi yang istimewa. Waktu 'gelap' itulah yang justru akan memberi kita cahaya yang terang benderang, di dunia maupun di akhirat. Kala malam diujung penghabisan, mari bergegaslah dengan membasahi diri dengan wudhu, lalu ketuklah pintu penghambaan kepada Allah. Dengarlah ungkapan Abdullah bin Mas'ud, "Selagi engkau berada dalam shalat, berarti engkau sedang mengetuk pintu Allah. Dan siapa yang mengetuk pintu Allah, maka pintu itu akan dibukakan untuknya." [Tarbawi]